Peringatan Isra Mi’raj di Pangngalloang: Ketika Ujian Dakwah Dibalas dengan Kemuliaan Langit

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 18.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

 

MATENG — |◈| Lingkar Sulawesi |◈|Suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Muttaqin Pangngalloang, pada malam Sabtu, 27 Rajab 1447 Hijriah, usai Salat Isya. Ratusan jamaah menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, sebuah momentum spiritual yang tidak hanya mengenang perjalanan suci Rasulullah ke langit, tetapi juga mengajak umat merenungi beratnya ujian dakwah yang beliau hadapi di bumi.

banner 325x300

Tausiah utama disampaikan oleh Ustadz Andi Amrullah, yang mengulas Isra Mi’raj sebagai peristiwa agung yang datang setelah rangkaian penderitaan panjang Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan risalah Islam. Menurutnya, kemuliaan tidak pernah Allah berikan tanpa terlebih dahulu menguji kesabaran hamba-Nya.

“Isra Mi’raj adalah penghiburan dari Allah. Ketika manusia menolak, langit justru membuka pintunya untuk Rasulullah ﷺ,” ujar Ustadz Andi di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah ﷺ menghadapi penentangan yang terus-menerus, cemoohan, serta penolakan dakwah. Namun, semua itu tidak membuat beliau berhenti menyampaikan kebenaran. Allah SWT menguatkan hati Nabi-Nya sebagaimana firman-Nya:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ
(QS. Al-Ahqaf: 35)

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang mempunyai keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan bagi mereka.

Dalam tausiahnya, Ustadz Andi menekankan bahwa Rasulullah ﷺ tetap memilih jalan kasih sayang dan doa, meskipun menghadapi perlakuan kasar. Sikap inilah yang menjadi teladan utama bagi umat Islam dalam berdakwah dan bermasyarakat.

Keteladanan Rasulullah ﷺ tersebut ditegaskan dalam sabdanya:

«إِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً»
(HR. Muslim)

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah sebagai rahmat.”

Ustadz Andi juga mengingatkan bahwa perintah salat lima waktu yang diterima Rasulullah ﷺ dalam peristiwa Isra Mi’raj adalah bukti kedudukan salat yang sangat agung. Salat menjadi sarana utama penghubung hamba dengan Rabb-nya, terutama saat menghadapi ujian kehidupan.

Allah SWT berfirman:

﴿وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ﴾
(QS. Ṭāhā: 14)

“Dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.”

Sementara itu, Rasulullah ﷺ menegaskan kedudukan salat sebagai penopang utama keimanan:

«رَأْسُ ٱلْأَمْرِ ٱلْإِسْلَامُ، وَعِمَادُهُ ٱلصَّلَاةُ»
(HR. Tirmidzi)

“Pokok segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah salat.”

Acara peringatan Isra Mi’raj tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Da’i Mamuju Tengah, Ustadz A. Irwansyah Latief, S.Pd.I, M.Pd.I, yang membawakan doa penutup. Dalam doanya, ia memohon agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan iman, kesabaran dalam ujian, serta keistiqamahan dalam menegakkan salat dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Malam itu, jamaah tampak larut dalam perenungan. Peringatan Isra Mi’raj di Pangngalloang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa di balik kemuliaan yang Allah janjikan, selalu ada kesabaran yang harus ditunaikan.

Dari masjid sederhana di Pangngalloang, gema Isra Mi’raj kembali mengajarkan bahwa jalan dakwah dan keimanan tidak selalu mudah, namun selalu bernilai mulia di sisi Allah SWT.  MATENG — |◈| Lingkar Sulawesi |◈|

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *