Juru Damai Poso KH Muhammad Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Warisan Perdamaian 

Palu —  |◈| Lingkar Sulawesi |◈|— Kabar duka datang dari Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tokoh agama Islam sekaligus dikenal sebagai juru damai konflik Poso, Muhammad Adnan Arsal, wafat pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB setelah menjalani perawatan akibat sakit. 

Kabar wafatnya ulama yang akrab disapa Ustad Adnan tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, Yusrin Ichtiawan. Pihak keluarga dan yayasan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan selama almarhum menjalani perawatan. 

banner 325x300

Semasa hidupnya, almarhum dikenal luas sebagai tokoh yang berperan dalam upaya perdamaian saat konflik sosial melanda Poso. Di tengah situasi konflik yang berkepanjangan pada masa lalu, ia memilih berada di jalur perdamaian dengan mengedepankan dialog dan pendekatan kemanusiaan. 

Perjalanan dan kiprahnya dalam merajut perdamaian di Poso bahkan diabadikan dalam sebuah buku berjudul Muhammad Adnan Arsal: Panglima Damai Poso yang ditulis oleh Khoirul Anam dan diterbitkan pada tahun 2021. Buku tersebut menggambarkan peran almarhum sebagai tokoh yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, bukan kekerasan. 

Pasca konflik Poso, almarhum mendirikan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah pada tahun 2001 yang berpusat di Kayamanya, Poso. Yayasan tersebut bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat dengan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. 

Bagi masyarakat Poso dan Sulawesi Tengah, almarhum bukan hanya seorang tokoh agama, tetapi juga sosok yang berperan dalam membangun kembali harapan dan kepercayaan di tengah masyarakat pascakonflik. Ia dikenal sebagai figur yang selalu mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah dan dialog terbuka. 

Semasa hidupnya, almarhum kerap menyampaikan bahwa konflik tidak akan pernah selesai dengan kekerasan, melainkan harus diselesaikan melalui dialog dan hati yang terbuka. Prinsip tersebut terus ia pegang dalam setiap upaya perdamaian yang dilakukan di Poso. 

Kepergian KH Muhammad Adnan Arsal menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Poso. Namun, nilai-nilai perdamaian, dialog, dan persatuan yang ia perjuangkan semasa hidup diyakini akan terus hidup dan menjadi warisan moral bagi generasi mendatang. ( Red ) 

—  |◈| Lingkar Sulawesi |◈| 

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *