Haru dan Hikmah di Tabolang: Tausiah Ustadz Andi Amrullah pada 20 Hari Wafatnya Almarhum Bapak Ma’rufi 

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 92.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

 Tabolang, |◈| Lingkar Sulawesi |◈|— Rabu, 8 April 2026, pukul 10.00 WITA — Suasana haru menyelimuti Desa Tabolang saat masyarakat berkumpul dalam rangka memperingati 20 hari wafatnya almarhum Bapak Ma’ruf. 

Dalam suasana penuh duka, tausiah disampaikan oleh Andi Amrullah dengan penuh ketulusan dan kedalaman makna. Suara yang tenang namun menyayat hati mengajak seluruh jamaah untuk merenungi hakikat kehidupan, kematian, serta pentingnya berbakti kepada orang tua. 

banner 325x300

Turut hadir Kepala Desa Tabolang, Sekretaris Desa, serta jajaran aparat desa dan masyarakat yang memadati lokasi acara. 

 

 Kematian: Kepastian yang Tak Bisa Dihindari 

Dalam tausiahnya, Ustadz Andi Amrullah menegaskan bahwa kematian adalah ketetapan Allah yang tidak dapat ditolak oleh siapa pun. 

Firman Allah SWT: 

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 57) 

Beliau menjelaskan, kematian bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang kekal di akhirat. 

Ajal Tidak Pernah Terlambat atau Dipercepat 

Firman Allah SWT: 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةًۭ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Setiap umat memiliki batas waktu. Apabila ajalnya telah tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan walau sesaat.”
(QS. Al-A‘rāf: 34) 

Ayat ini, menurut beliau, menjadi pengingat bahwa wafatnya almarhum adalah bagian dari ketentuan Allah yang pasti. 

 

Hari Ketika Semua Hubungan Terputus 

Dengan suara yang mulai bergetar, beliau membacakan ayat tentang hari kiamat yang membuat jamaah terdiam. 

Firman Allah SWT: 

يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ • وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ • وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya.”
(QS. ‘Abasa: 34–36) 

Beliau mengingatkan bahwa pada hari itu, tidak ada lagi yang dapat menolong selain amal perbuatan masing-masing. 

 

Hidup Adalah Ujian, Bukan Sekadar Kesempatan 

Firman Allah SWT: 

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalnya.”
(QS. Al-Mulk: 2) 

Menurut Ustadz Andi Amrullah, hidup bukan tentang panjangnya usia, tetapi tentang kualitas amal yang kita tinggalkan. 

 

Berbakti kepada Orang Tua: Jalan Menuju Surga 

Suasana semakin haru ketika beliau mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. 

Firman Allah SWT: 

وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.”
(QS. Al-Isrā’: 24) 

Sabda Rasulullah ﷺ: 

ٱلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ ٱلْأُمَّهَاتِ
“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” 

رِضَا ٱللَّهِ فِى رِضَا ٱلْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ ٱللَّهِ فِى سَخَطِ ٱلْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka keduanya.” 

Beliau menegaskan, selama orang tua masih hidup, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk berbakti. 

 

Manusia Berasal dari yang Lemah 

Firman Allah SWT: 

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ • خُلِقَ مِن مَّآءٍۢ دَافِقٍۢ • يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ ٱلصُّلْبِ وَٱلتَّرَآئِبِ
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa ia diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan dada.”
(QS. Aṭ-Ṭāriq: 5–7) 

Manusia berasal dari sesuatu yang lemah dan akan kembali menjadi tanah. 

 

Penutup: Pesan yang Membuat Jamaah Terdiam 

Di akhir tausiah, Ustadz Andi Amrullah menyampaikan kalimat yang membuat suasana semakin hening: 

“Hari ini kita mengantar almarhum. Besok, bisa jadi kita yang akan diantar.” 

Tangis pun pecah di antara jamaah. 

Beliau mengingatkan bahwa kehidupan ini hanyalah persinggahan, dan yang akan menemani di alam kubur hanyalah amal ibadah. 

 

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum Bapak Ma’ruf, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. 

|◈| Tim Redaksi Lingkar Sulawesi |◈| 

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *