MAMUJU |⟡| Lingkar Sulawesi |⟡| – Aksi unjuk rasa tenaga kesehatan dan guru honorer di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali berlangsung pada hari ketiga, Selasa (6/1/2026). Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa serta tenaga kontrak sektor pendidikan dan kesehatan terus menyuarakan tuntutan kejelasan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Sejak pagi, aparat gabungan dari Polresta Mamuju dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan untuk mengamankan area Kantor Bupati Mamuju. Pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari pintu masuk utama hingga sejumlah titik strategis di lingkungan perkantoran pemerintah daerah.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi. Meski jumlah massa cukup signifikan, aparat memastikan situasi tetap terkendali.
Aksi protes ini dipicu oleh kekecewaan para tenaga kontrak yang merasa tidak terakomodasi dalam kebijakan pengangkatan PPPK paruh waktu. Para demonstran menuntut kepastian status kepegawaian serta keadilan dalam penataan tenaga honorer di daerah.
Kepala Seksi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Aparat, kata dia, hadir untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap berjalan sesuai ketentuan hukum.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional. Personel di lapangan diinstruksikan menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi,” ujar Herman dalam keterangannya.
Selain pengamanan massa aksi, aparat juga fokus menjaga aset negara serta objek vital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Koordinasi antara kepolisian dan Satpol PP terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Hingga hari ketiga aksi, situasi di sekitar Kantor Bupati Mamuju dilaporkan masih kondusif. Aparat mengimbau para peserta unjuk rasa, khususnya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, untuk tetap menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang dapat merugikan kepentingan bersama.
|⟡| Lingkar Sulawesi |⟡|


















