Sengketa Lahan Sawit di Kawasan PT Wahana Berlarut, Pengklaim Masih Menunggu Kepastian

Hendrik saat memberi penjelasan kepada pihak ahli waris dan pihak H. Lallo

Mamuju Tengah — Lingkar Sulawesi || Jumat (19/12/2025)
Sengketa lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan PT Wahana hingga kini belum menemukan titik terang. Ketegangan kembali mencuat setelah sekelompok warga melakukan aktivitas panen buah sawit di wilayah yang diduga masih masuk dalam area konsesi perusahaan, tepatnya di kawasan Rawa Indah, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi di area yang dikenal sebagai Blok K, lokasi yang saat ini diklaim oleh sejumlah pihak. Salah satu warga yang ikut melakukan panen, Dg. Mangka, mengaku sebagai ahli waris atas lahan tersebut. Ia menyebutkan bahwa lahan di Blok K merupakan area yang dahulu digarap oleh ayahnya, almarhum H. Yusuf Ci’ri, bersama beberapa warga setempat.

banner 325x300

Menurut penuturannya, pengelolaan lahan tersebut bermula dari adanya surat kuasa pengelolaan lahan yang diterbitkan pada 5 Juni 2001 di Tobbak oleh pihak pemberi kuasa, H. Aras Tammauni. Namun seiring berjalannya waktu, pihak keluarga almarhum mengaku belum memperoleh kejelasan terkait pembagian hak dan pengelolaan lahan tersebut.

Dg. Mangka menambahkan, upaya klarifikasi sempat dilakukan oleh ayahnya dengan mendatangi H. Aras Tammauni yang pada saat itu menjabat sebagai kepala daerah. Dari rangkaian pertemuan tersebut kemudian dibuat surat pernyataan penyerahan pengurusan lahan perkebunan kelapa sawit pada 6 Februari 2023, yang merujuk pada kesepakatan sebelumnya.

Meski demikian, para ahli waris mengaku hingga kini belum pernah melakukan panen secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pihak lain yang juga melakukan panen buah sawit di lokasi tersebut, meskipun status hak kepemilikan lahan masih dipersoalkan dan belum memiliki kepastian hukum yang jelas.

Ketegangan sempat memuncak ketika seorang warga berinisial HL, yang disebut kerap melakukan panen di area Blok K, datang bersama istrinya serta beberapa orang lain untuk menghentikan aktivitas panen yang dilakukan pihak ahli waris. Adu argumen pun tidak terhindarkan, meski situasi berhasil dikendalikan dan tidak sampai berujung pada bentrokan fisik.

“Kondisi mulai kondusif setelah pihak keamanan perusahaan, yang terdiri dari beberapa personel Brimob, turun langsung ke lokasi untuk menengahi,” ujar Dg. Mangka.

Dalam suasana yang mulai mereda, seorang perwakilan perusahaan berinisial Hendrik, yang menjabat sebagai Asisten Kepala (Askep), menyarankan agar buah sawit yang telah dipanen diserahkan sementara kepada pihak perusahaan dengan alasan keamanan, sembari menunggu proses mediasi antar pihak yang bersengketa.

Tim media yang berada di lokasi saat itu juga melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan dan aparat keamanan terkait rencana mediasi. Mediasi tersebut dijanjikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, diperkirakan sekitar lima hari setelah kejadian.

Namun hingga lebih dari lima bulan sejak insiden tersebut terjadi, proses mediasi yang dijanjikan belum juga terealisasi. Aktivitas pemanenan di wilayah Blok K pun masih terus berlangsung, bahkan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak diketahui secara jelas berasal dari kelompok mana.

Kondisi ini dinilai semakin memperkeruh sengketa lahan yang ada. Pihak ahli waris menyayangkan masih adanya aktivitas panen di area yang status lahannya masih dalam perselisihan, termasuk yang diduga dilakukan oleh HL Lallo.

Para ahli waris kini masih menanti kepastian hukum serta penyelesaian resmi atas sengketa lahan sawit yang terus berlarut di kawasan PT Wahana. Mereka berharap pihak perusahaan dapat benar-benar bersikap netral dan berada di garis tidak berpihak dalam proses penyelesaian status lahan di Blok K, demi mencegah konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *