Makassar — |◈| Lingkar Sulawesi |◈|—Aparat dari Polda Sulawesi Selatan tengah menyelidiki dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan seorang ibu berinisial MT. Kasus ini mencuat setelah suami terduga pelaku, Anto (40), melaporkan dugaan penjualan anak ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada awal Maret 2026.
Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum PPA dan PPO Polda Sulawesi Selatan, Zaki Zungkar, membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut karena proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap fakta dan kemungkinan adanya jaringan dalam kasus tersebut.
Laporan tersebut terdaftar secara resmi pada 3 Maret 2026. Pelapor menduga istrinya telah membawa dan menyerahkan beberapa anak kepada pihak lain tanpa sepengetahuannya. Dari lima anak dalam keluarga tersebut, tiga di antaranya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya, termasuk seorang bayi.
Kecurigaan pelapor bermula ketika anak-anaknya tidak lagi berada di rumah setelah istrinya berpamitan pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan tertentu. Namun, setelah beberapa waktu, istrinya tidak kembali. Saat pelapor mendatangi rumah mertuanya, ia mendapati bahwa istri, anak-anak, serta mertuanya sudah tidak berada di lokasi tersebut.
Pelapor kemudian memperoleh informasi dari warga setempat bahwa salah satu bayi diduga telah dipesan oleh seseorang bahkan sebelum dilahirkan. Selain itu, terdapat dugaan bayi lain dalam lingkungan keluarga tersebut juga telah diambil oleh pihak tertentu setelah kelahiran.
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik. Aparat kepolisian saat ini terus melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran laporan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya praktik perdagangan anak yang melibatkan lebih dari satu pihak.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini secara serius mengingat dugaan tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan berat yang menjadi perhatian khusus penegak hukum. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang sebenarnya terjadi serta menelusuri keberadaan anak-anak yang dilaporkan hilang. ( Red )
|◈| Lingkar Sulawesi |◈|


















