Video Dugaan Suap Kasus Narkoba Viral, Polres Bone Tegaskan Tak Ada Uang Rp15 Juta

BONE — |◈| Lingkar Sulawesi |◈| Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu sorotan publik terhadap Kepolisian Resor Bone, Sulawesi Selatan. Dalam rekaman tersebut, muncul dugaan adanya aliran uang sebesar Rp15 juta kepada oknum aparat kepolisian agar seorang terduga pelaku narkoba berinisial DR dibebaskan.

Video yang disertai percakapan bernada emosi menggunakan bahasa Bugis itu menyebutkan adanya uang yang diklaim telah diserahkan. Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan memunculkan dugaan praktik suap dalam penanganan perkara narkotika.

banner 325x300

Menanggapi isu tersebut, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, memberikan klarifikasi resmi. Ia membantah seluruh tudingan yang berkembang dan menegaskan tidak pernah ada penyerahan uang sebagaimana disebutkan dalam video.

“Tidak ada uang Rp15 juta, baik yang diterima oleh saya maupun oleh anggota yang menangani perkara tersebut,” tegas Iptu Irham, Selasa.

Ia juga memastikan bahwa perempuan yang disebut-sebut sebagai ibu dari DR tidak pernah datang ke Polres Bone untuk menyerahkan uang atau melakukan komunikasi terkait dugaan tersebut.

Iptu Irham menjelaskan, penanganan perkara DR telah dilakukan sesuai prosedur hukum. DR ditangkap dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram. Setelah itu, perkara dilanjutkan melalui gelar perkara, pemeriksaan laboratorium, serta asesmen.

“Berdasarkan hasil asesmen, yang bersangkutan direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bone,” jelasnya.

Menurut Irham, mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem hukum yang berlaku dan tidak membuka ruang bagi praktik transaksi ilegal sebagaimana yang dituduhkan.

Untuk memastikan kebenaran informasi, kepolisian juga memanggil pihak-pihak yang terekam atau disebut dalam percakapan video tersebut. Orang tua DR berinisial NL mengakui bahwa suara perempuan dalam rekaman tersebut adalah dirinya. Namun, ia membantah mengenal pria yang menelepon serta menegaskan tidak pernah mendatangi Polres Bone atau menyerahkan uang kepada siapa pun.

Istri DR berinisial EN turut dimintai keterangan oleh penyidik. Dari hasil penelusuran, polisi menyebut angka Rp15 juta yang disebut dalam video berawal dari rencana EN yang sempat meminta bantuan kepada seorang tetangga berinisial IC, dengan harapan suaminya mendapatkan jalan keluar.

“Niat tersebut tidak pernah direalisasikan. Uang yang sempat disiapkan justru ditarik kembali,” kata Irham.

Ia menambahkan, IC bahkan berkomunikasi langsung dengan penyidik Polres Bone dan mendapat penjelasan bahwa perkara DR tetap diproses sesuai ketentuan hukum serta harus menjalani asesmen. Tidak ada janji pembebasan ataupun kesepakatan tidak resmi.

Meski telah dibantah, video tersebut terlanjur menyebar luas dan memicu beragam reaksi di ruang publik. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara profesional dan terbuka dalam menangani setiap perkara, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi.

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *