Sinergi Dakwah dan Jurnalisme: Menjaga Nurani di Tengah Arus Informasi

Makassar, Delikpos — Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya peredaran berita digital, peran jurnalisme tidak lagi sekadar menyampaikan fakta. Jurnalisme hari ini dituntut menghadirkan nilai, etika, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Di titik inilah dakwah dan jurnalisme menemukan ruang sinerginya.

Dakwah pada hakikatnya adalah upaya menyampaikan kebenaran dengan hikmah, sementara jurnalisme adalah proses menyampaikan fakta secara bertanggung jawab. Keduanya memiliki tujuan yang sama: mencerahkan masyarakat. Perbedaannya hanya terletak pada pendekatan dan medium.

banner 325x300

Seorang jurnalis tidak cukup hanya berpegang pada kecepatan dan sensasi. Ia dituntut menjaga akurasi, empati, serta dampak sosial dari setiap informasi yang disajikan. Nilai-nilai inilah yang sejatinya sejalan dengan prinsip dakwah: mengajak pada kebaikan dan mencegah kemudaratan.

Di sisi lain, dakwah juga membutuhkan pendekatan jurnalistik agar pesan keagamaan tidak terjebak pada retorika semata. Dengan metode jurnalistik, dakwah dapat disampaikan secara kontekstual, faktual, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas, khususnya generasi digital.

Sinergi antara dakwah dan jurnalisme menjadi semakin relevan di era hoaks dan disinformasi. Ketika berita bohong mudah menyebar, jurnalis yang memiliki kesadaran dakwah akan lebih berhati-hati dalam memilih kata, judul, dan sudut pandang. Ia tidak hanya bertanya “layak tayang”, tetapi juga “layak secara moral”.

Dalam praktiknya, jurnalis sekaligus muballigh memiliki tanggung jawab ganda: menjaga integritas profesi sekaligus menjaga nilai-nilai keumatan. Netralitas tidak berarti abai terhadap kebenaran, dan objektivitas tidak berarti menghilangkan nurani.

Sinergi ini bukan upaya mencampuradukkan peran, melainkan memperkuat fungsi sosial media sebagai sarana edukasi dan pencerahan. Ketika jurnalisme berjalan seiring dakwah, media tidak hanya menjadi penyampai kabar, tetapi juga penuntun arah.

Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, sinergi dakwah dan jurnalisme adalah ikhtiar menjaga cahaya nilai agar tetap hadir dalam setiap berita yang dibaca publik.

— Andi Amrullah
Jurnalis dan Muballigh

OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />
OzUCTN_TqnOZlOOD7ybtgDx4JAz0kUDFV_tqz15SRg8Tdb3chaOpuPvrP1vTPcWVWMCQnmUcqbMgpNaHQr2ymdCuZl1XxT1uFHcHx5WEJqjQ4f7-1nsdmA1ohwpvnE13cZ3r_gDs_s/s1600/banner-325x300.jpg" alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *